MANINJAU TOURING
Rencana Touring ini sudah di dengungkan satu bulan sebelum start, dimulai dengan persiapan2 kecil. Alternatif tadinya mau riding ke Siak sambil melihat Istana Siak, tapi setelah dipelajari sepertinya perjalanan akan melalui daerah yang gersang dan panas. akhirnya diputuskan untuk riding ke daerah Sumbar, dan pilihan jatu ke Danau Maninjau, di wilayah bukit tinggi.
Touring ke Sumbar mengajak mantan pacar, supaya lebih asyik, walaupun meninggalkan junior hehehe. Persiapan dimulai dengan kelengkapan si Kalajengking Ireng, mulai dari kesehatan nya sampai beres beres Top box dan Side box nya, selain itu perlengkapan safety buatku juga buat my wife, dilengkapi seperti baju touring Contin yang sengaja di pesan dari Bandung, pesan dua dengan warna yang sama, tapi gerah ya kalau di pakai di daerah Pekanbaru.
Hari Jumat tanggal 23 Maret pk 14.00 mulai start dari lokasi Perkebunan Kelapa sawit di daerah Kampar. speedometer di reset ke 0 menuju dulu titik pertemuan di Bangkinang, kota Kabupaten Kampar, karena akan bergabung dengan No Limidter Yamaha, suatu Club Riding Yamaha.
Subuh yang hening
Seseorang harus melatih kesabaran supaya ia dapat berusaha melihat kebaikan dalam semua peristiwa,,,,,,,,,,(subuh yang hening)
Subhanallah pernyataan ini kudapatkan dari Al quran, surat Al Baqoroh, bila di resapi hal ini melatih kita untuk sabar, selalu berfikir positif dan bisa melihat celah kebaikan di setiap masalah yang ada di Dunia.
Ya Allah saya berharap selalu di bukakan hati dan fikiran untuk bisa merenung dan memahami setiap ayat suci Al quran sebagai pedoman dalam kehidupan
Amiin Ya Rabb,,,,,
Kesenangan baru
Beberapa hari ini terfokus kepada si Kalajengking ireng, motor scorpio yang baru dipinang sekitar 5 bulan yang lalu. Dalam benak sudah tergambar, modifikasi trus touring sambil hunting Fotografi. Langkah pertama adalah modifikasi sederhana, mulai dari ganti stang dengan trail AHRS nya, dilengkapi dengan Hand guard, terus merambah ke Cover mesin. Baju nya agak sedikit di poles dengan memainkan cutting stiker, hanya penambahan warna silver di tangki dan tudung lampu. Box Givi ? Wah ini perangkat wajib untuk touring, awalnya sudah beli dan terpasang Givi E 36 yang di lansir Malaysia, tapi tetap kepikiran ingin Givi yang asli Italia.
Cerita nya suatu hari minggu jalan jalan dengan kalajengking ireng, ketemu dengan rider yang memakai tiger, walau nggak kenal, ya say hello aja. Akhirnya ngobrol ke masalah sepeda motor tunggangan masing masing ( pasti nya heheeh), terus merambah ke soal sang GIVI, temen baru ini menggunakan Givi E 55 Maxima lansiran Italia, wah ngiler juga melihatnya.
Bedhoel temen baru ini menawarkan untuk mencarikan Givi asli walaupun second, hehehe. Habis ngobrol panjang, kami berpisah, karena sang Bedhoel ini mau meneruskan perjalanan menuju rumahnya setelah Touring ke Danau Toba.
Di ruma masih mikir untuk mengganti sang Givi lama ini, walau belum sebulan dibeli. Ping ! , oom Bedhoel nge bbm, menawarkan Givi second komplit dengan Bracketnya, waktu itu masih belum cocok baik type maupun harganya. Selang beberapa waktu Bedhoel menawarkan miliknya sendiri, wah ! Kebetulan nih, dan sekalian dengan bracket Wingrack 2 nya, setelah nego yang alot, jadilah transaksi, walau via dunia maya, tapi karen saling percaya, lancar tuh, transfer, besoknya nyampai barang dari Dumai ke Pekanbaru. Thx ya Bro.
Langsung pasang setelah bracketnya di set ulang untuk Scorpio, yang tadinya nongkrong di Tiger. Hemmm tinggal Side box nya nih, surfing di Internet, agak susah juga mencari Givi E21, mondar mandir di dunia maya, ternyata malah menemukan sang idaman di Bukit tinggi, di tokonya Bro Ali, ternyata nggak jauh jauh .
Breeemmmm !!!!!, hari minggu tanggal 19 Feb, meluncurlah sang kalajengking ireng dengan segala atribut nya, perjalanan pertama dari Kampar ke Pekanbaru, nongkrong dulu di Car Free Day, terus sarapan, mikir mau kemana nih manasin mesin. Pilihan jatuh ke daerah Buluh cina, daerah wisata sungai yang kerap digunakan untuk Pacu Jalur alias balap perahu.
Perjalanan cukup mengasyikan, sambil membiasakan riding dengan Full Box, tenaga badak sang Scorpion emang paten juga, di tanjakan nggak kehabisan nafas. Pertengahan jalan stop dulu karena ada spot bagus untuk di jepret dengan Nikon D300s ku.
Sampai di tepi sungai Kampar Kiri, langsung nunggu perahu untuk menyebrang, karena tujuanku ke Rimbo tujuh danau, suatu kawasan konservasi yang difasilitasi oleh Chevron. Hanya butuh 5 menit untuk menyebrang, terus menuju titik sasaran yang hanya berjarak -/+ 1 km, tempatnya nyaman ada danau yang dikelilingi hutan lengkap dengan shelter yang dibangun oleh Chevron, sayang seperti biasanya tempat wisata, sampah dimana mana akibat tidak ada kesadaran dari para pengunjung, padahal tempat sampah telah disediakan. Cukup banyak orang yang berkunjung, kebetulan ada fotografer yang sedang shoot untuk Prewed,
Biasa say hallo dan kenalan, ada juga kenalan dari Komunitas Backpacker yang sedang jalan jalan dengan beberapa anggota nya,,,,,,,,Alhamdulillah nambah teman.
Di tepian danau, nongkrong aja sendiri setelah foto foto narsis, difoto oleh Tripod dan automatic shuter release, heheheh bergaya sendirian aja, tukang foto ingin di foto juga dengan properti si Kalajengking ireng. Puas berfoto ria, nongkrong lagi sambil menikmati riak air di danau yang cukup luas.
Puas dengan keindahan Danau, balik kanan karena sudah siang, nyebrang Sungai lagi, terus bablasssss ,,pulang ke Kampar, habitat ku di Perkebunan Kelapa Sawit
POHON KEHIDUPAN
Tempat tinggal ku di rumah dinas dikelilingi oleh ratusan ribu poho kelapa sawit. Pagi hari waktu bangun tidur, mataku menembus jendela kamar, yang terlihat kelapa sawit, nongkrong di teras rumah, juga yang nampak pohon kelapa sawit, keluar dari pintu dapur yang pertama dilihat sama saja, kelapa sawit.
Setelah agak sedikit merenung dan “membaca” sungguh luar biasa sang kelapa sawit ini, dari media inilah Allah mengucurkan rezekinya untuk sekitar seribu lebih jiwa manusia yang ada di
Ingkunganku, termasuk diriku,,,,Subhanallah !!!!.
Ternyata setelah “dibaca” kelapa sawit tidak pernah “MEMINTA” tapi selalu “MEMBERI”. Mereka (kumpulan kelapa sawit) tidak pernah mengeluh, marah, merajuk, demonstrasi walaupun diperlakukan oleh manusia secara tdk berperikepohonan.
Setiap hari mereka diambil buahnya dengan terlebih dahulu memotong tangan nya alias pelepahnya, kadang tidak mendapat siraman air karena kemarau, sering agak terlambat di beri makanan pupuk, tapi mereka ini tidak pernah sekalipun protes, marah, bergunjing dan sifat kekecewaan lainnya, malah konon mereka (termasuk semua mahluk ciptaan Allah) selalu tiada henti untuk ber TASBIH, meng Agung kan kebesaran Yang Maha Menggengam
Akhirnya Saya malu juga terhadap sang kelapa sawit ini, karena masih belum bisa seperti mereka yang selalu MEMBERI daripada MEMINTA, kita masih sering menuntut, walaupun memberi tapi masih berharap timbal balik, pamrih dan selalu ingin dipuji orang.
Wahai sang kelapa sawit terima kasih atas pencerahan nya, dan berharap bisa sedikit belajar dan meniru sifat mu yang jelas telah diturunkan oleh Yang Maha Kuasa……..
Kebun Sungai Kuamang,,,,,,,,(tuk jagoanku Nugie dan Dhika)
Mencari Frequensi
Sepertiga malam sebelum fajar masih terus mencari frequensiNYA, dengan harapan bisa nyambung dan tune in. Melantunkan doa di keheningan walau dengan tergagap terus kulakukan, suatu bentuk rasa tahu diri dengan membangkitkan budaya malu di hadapnNYA, karena selama ini sepertinya tidak sadar dengan apa yang telah diberikan Allah, lupa berterima kasih dan sedikit bersyukur.
Dan saya menyadari pencarian frequensi ini harus terus dilakukan walau tidak tahu dan tidak sadar kapan bisa tersambung, hanya ke ikhlas an saja yang bisa menggiring semua ini.
Keheningan sepertiga malam juga untuk belajar melihat ke dalam diri ini, berusaha untuk lebih mengenal diri, melihat kelemahan dan kelebihan dengan kacamata kejujuran hati. Hanya dengan itulah kiranya dapat sedikit sedikit membangun kualitas diri disamping berusaha untuk selalu mendekat dengan Allah yang maha menggenggam.
Sushi di Ulang tahun
Kami bermukim di lokasi Perkebunan, jelasnya cukup jauh dari keramaian kota. Kalau mau ke Kota harus menempuh perjalanan ke luar lokasi lewat kota kecamatan, baru mengarah ke kota. Malam ini sesuai rencana berjamaah menuju kota Pekanbaru dalam rangka Ulang tahun sang Istri, ke tiga anak ku ikut juga, kesepakatan bersama akan nongkrong dan makan di Japamese restaurant Enoki yang berlokasi persis di samping Hotel Jatra. Asyik juga nongkrong disini dengan suasana dan interior Japan, tentunya plus kimono yang di kenakan waiter cantik hihihi, tapi bukan asli Japan lho.
Rasanya hanya satu tempat ini yang menyajikan makanan Japan, menu nya cukup lengkap, seperti biasa dominan dengan ikan. Masing masing pesan sesuai dengan selera dan coba coba juga heheheh. Teh Ocha hangat yang terbuat dari teh hijau cukup menyegarkan juga, warna teh agak kehijauan, beda dengan teh yang melalui proses fermentasi seperti jenis BOP atau broken orange peco yang agak kehitaman ( mantan kerja di perkebunan teh juga heheh,,,)
Yang pertama untuk sebuah Spirit
Terpengaruh setelah membaca blog nya Dahlan Iskan yang Menteri BUMN, akhirnya mencoba untuk mulai menulis. Mudah mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi saya pribadi, terutama untuk terus membangun spirit. Mungkin tulisan yang akan saya buat bersifat campur sari, semua tema, masalah dan dan ragam warna akan tertuang, yang penting Nulis,,,,nulis dan menulis.
Hahay,,, kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun Istriku, moment ini dijadikan pijakan semangat, karena tadi malam saya melihat spirit anak anaku yang memberikan kejutan ulang tahun kepada istriku yang sedang terlelap ridur dengan membawakan Kue dan kado di pertengahan malam. Spirit ini yang saya contoh untuk terus membangun keinginan dan kekuatan untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik, berkarya untuk pekerjaan, keluarga, masyarakat
Hello world!
Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.
Here are some suggestions for your first post.
- You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
- Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting page you read on the web.
- Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.






